SeaGuardian MQ-9B: Mengintai, Membidik, Menyala

Photo Author
Aan Hardiansyah, Zona Pertahanan
- Kamis, 17 April 2025 | 23:34 WIB
Rendering MQ-9B SkyGuardian yang menyerang drone dengan pod laser udara. Sumber: General Atomics
Rendering MQ-9B SkyGuardian yang menyerang drone dengan pod laser udara. Sumber: General Atomics

ZONAPERTAHANAN.COM, Laut Hitam — Bayangkan sebuah pesawat nirawak MQ-9B SeaGuardian mengudara di atas Laut Hitam. Ia melayang tanpa suara, lalu tiba-tiba, dengan kilatan cahaya nyaris tak kasatmata, "menggoreng" segerombolan drone kamikaze Shahed hanya dengan sinar laser. Bukan peluru. Bukan rudal. Hanya cahaya pekat dan presisi tinggi.

Skenario futuristik itu bukan lagi khayalan. Pada gelaran Sea-Air-Space 2025 yang baru saja digelar di National Harbor, Amerika Serikat, General Atomics memamerkan teknologi senjata energi terarah — atau lebih dikenal sebagai senjata laser — yang kini berhasil mereka sematkan ke platform udara andalan mereka, MQ-9B SeaGuardian.

Laser di Sayap Langit

Tak banyak upaya senjata energi terarah yang berhasil diterapkan secara operasional di udara. Masalah klasiknya ada pada ukuran, daya, dan pendinginan. Namun, General Atomics mengklaim telah menemukan jawabannya.

Sistem laser yang mereka kembangkan disebut berada di “kelas daya 25 kilowatt dan dapat diskalakan hingga 300 kilowatt dalam sistem gelombang berdenyut maupun berkelanjutan.” Sebuah loncatan yang mengubah ekspektasi dari eksperimental menjadi mungkin. “Bukaan optik yang besar dan pendinginan efisien menawarkan pengurangan signifikan dalam ukuran dan berat,” kata mereka dalam pernyataan resmi.

Sistem ini, diklaim, kompatibel untuk dipasangkan pada berbagai platform — bukan hanya udara, tetapi juga darat dan laut.

Bukan Pemula

General Atomics bukan pemain baru dalam dunia teknologi laser militer. Sejak 2021, mereka menggandeng Boeing untuk mendemonstrasikan sistem senjata laser berenergi tinggi berbasis solid state berdaya 300 kilowatt bagi Angkatan Darat AS. Sistem ini menggunakan teknologi penguatan terdistribusi — sebuah pendekatan inovatif dalam dunia persenjataan modern.

Setahun berselang, General Atomics memperkenalkan terminal komunikasi laser udara-ke-udara yang mereka sebut sebagai Laser Airborne Communication-12. Sistem ini dirancang untuk menghubungkan pesawat nirawak tanpa perlu sinyal radio, mengandalkan cahaya sebagai pengantar pesan.

Teknologi ini kini sudah bisa dikemas dalam bentuk pod dan dipasangkan ke armada drone populer mereka seperti MQ-9A Reaper, MQ-9B SkyGuardian/SeaGuardian, hingga MQ-1C Gray Eagle 25M.

Era Pertempuran Cahaya

Meski belum digunakan dalam konflik nyata, potensi penggunaan senjata laser untuk menangkis drone kamikaze — seperti Shahed yang banyak digunakan dalam konflik modern — menjadi daya tarik utama. Penggunaan laser bukan hanya soal efektivitas, tapi juga efisiensi: tak ada amunisi fisik yang dibuang, tak ada reload, hanya suplai energi dan presisi optik.

Dunia persenjataan udara tengah berubah. Mungkin dalam waktu dekat, suara dentuman akan digantikan oleh keheningan cahaya. Dan di langit yang riuh oleh drone, SeaGuardian hadir sebagai penjaga — bersenjata laser

Editor: Ruli Rahadian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terpopuler

X